Sunday, 31 July 2011

hatsukoi ni sayonara

hmm......
gak terasa ini sudah bulan juli ke sepuluh sejak saat itu.

jadii.......there is a girl. dia ketua kelas di kelas 2 SMP ini. saking lugunya dan saking lurusnya, dia bisa dibilang cukup keras ngejalanin perannya sbg ketua kelas. dia juga baru aja putus sama seorang cowok yg jadi pacarnya selama 20 hari, gara2 dia gak kuat mental liat kondisi keluarganya si cowok yg menurut dia gak masuk akal. dia ngerasa bersalah udah mutusin cowoknya, dan dia kuatir juga si cowok ini bakal ngelakuin hal2 bodoh macem kabur dari rumah ato bunuh diri (walopun ngeliat wataknya si cowok ini emang ada kecenderungan seperti itu sih). but above everything, she tried to act strong and go on. she's too proud of all her achievement to admit that she need someone she could talk with.

lalu, ada seorang cowok lagi di kelas itu. satu kelompok ama anak2 tukang ribut di kelas itu. hobinya teriak2, provokasi temen2nya buat main musik di kelas dengan pukul2 meja dan bikin lagu2 gak jelas yang (sebenernya sih) bikin murid2 lain (dan si cewek ini) ketawa.

agar supaya si cowok ini behave, wali kelas mereka nyuruh si cowok ini duduk pas di bangku belakangnya si ketua kelas. agak berhasil, karena si ketua kelas yang diserahi tanggung jawab bikin si cowok ini diem akan selalu ngancem ngelempar sepatu pantovelnya yang berat ke muka si cowok kalo dia mulai bikin onar.
hubungan aneh gak jelas ini terus berjalan selama beberapa waktu sampe lama kelamaan dua2nya saling melunak. si cowok langsung nyerah begitu di warning untuk gak ribut ama si ketua kelas, dan si ketua kelas mulai bisa tertawa ngeliat keonaran si cowok. seperti layaknya anak SMP, mereka jadi sering saling olok2an, sering pinjem2an pe-er, dan iseng2 nanya ada tugas apa buat besok. things getting smooth, tapi masi belom ada perasaan apa2 di hati si ketua kelas.

one day, saat istirahat siang, dua orang siswa bodoh yang main smack down di kelas gak sengaja ngedorong meja si ketua kelas, sampai2 recorder yang ada di laci menggelinding keluar dan jatuh ke lantai. recordernya pun patah jadi dua bagian, tepat di tengah. si ketua kelas yang baru masuk ke ruangan dari kantin pun syok setengah mati, perkaranya habis istirahat ini bakal ada pelajaran kesenian yang make recorder itu. gurunya pun killer, dan si ketua kelas yang masuk grup melodi gak mungkin gak ikut pelajaran.
si cowok yang kebetulan lagi ada di kelas pas kejadian pun ngejelasin ke ketua kelas, dan si ketua kelas akhirnya nangis karena panik (dan marah). si cowok ini ternyata gak tega liat si ketua kelas nangis. dia pergi ke luar kelas sambil bawa recorder yang patah itu, dan gak berapa lama dia ngasiin recorder utuh ke ketua kelas. si ketua kelas nolak dengan alasan dia gak mau pake recorder bekas mulut orang lain, tapi cowok ini bilang kalo dia cuman nuker bagian yang patah aja ama bagian yang utuh, dan gak mau bilang bagian tengah yang utuh itu dikanibal dari recordernya sapa. nah pas pelajaran kesenian, si ketua kelas akhirnya nengok ke arah si cowok, dan dia akhirnya liat cowok itu main recorder yang bagian tengahnya diselotip dan bunyinya gak karuan......

sejak saat itu, walopun si ketua kelas masi sering ngancem si cowok dengan lemparan sepatunya, si cowok dan si ketua kelas ini jadi makin deket. beberapa kali si ketua kelas blushing gara2 si cowok komentar soal rambutnya yang baru dipotong, dan beberapa kali si cowok lolos dari lemparan sepatu(=_="). temen2 sekelas juga mulai curiga, dan mulai sering nyorakin orang dua itu di kelas (walopun si ketua kelas sambil blushing jelas2 marah disorakin ama temen2nya).

lalu, suatu hari di kelas tiga, orang dua itu tinggal agak lama di parkiran sepeda sambil ngobrol. si cowok lalu dengan cengar-cengir nanya, gimana reaksi si cewek seandainya dia ditembak ama si "K" (ketua kelas sebelah, peringkat 1 nilai kelas paralel sementara si cewek ini peringkat 2 paralel). si cewek njawab dia gak tertarik punya cowok yang sama2 hobi belajar karena sepertinya bakal ngebosenin. si cowok tanya lagi gimana reaksi si cewek kalo mantannya nembak lagi. si ketua kelas njawab kalo dia udah ndak begitu mikirin mantannya lagi. finally, si cowok nanya, gimana reaksi si ketua kelas kalo misalnya dia yang nembak.
cewek itu seneng, sekaligus bingung mo jawab apa. mau dijawab jujur, dia takut kalo pertanyaan itu cuma buat iseng lucu-lucuan aja. mo dijawab bohong, dia takut hubungan yang cukup menyenangkan ini bakal ilang begitu aja. seandainya ini pertanyaan serius pun, si cewek  bingung mo jawab apa kalo ada guru ato temen ato orang yang nanya kok ketua kelas dengan prestasi bagus seperti dia mau-maunya jadian ama cowok tukang bikin onar di kelas.

dengan berat hati, si ketua kelas jawab nggak mau dengan alasan si cowok pasti nanya hal ini buat main2 doang.  si cowok cuman ketawa, trus pamit pulang duluan.
di luar dugaan, tiga hari kemudian, si cowok jadian ama adek kelas yang samasekali gak pernah keliatan dideketin sama dia.
dia masih kasih respon kalau diajak ngobrol sama si ketua kelas, tapi entah kenapa, responnya kelihatan seperti agak sedih walopun dilakukan sambil tertawa.
si ketua kelas bingung. apa jawabannya salah? apa waktu itu si cowok serius? apa dugaannya benar? apa si cowok menjauh gara2 peristiwa itu?

pertanyaan2 itu akhirnya nggak pernah terjawab. walopun sedih, si ketua kelas memilih untuk nggak bertanya. si cowok pun memutuskan untuk nggak ngomong apa2 soal itu, walopun setiap ada kesempatan dia selalu nunjukin ke ketua kelas kalo dia masih sama seperti dulu, dan itu berlangsung hingga hari perpisahan angkatan mereka di Bali.   gimana? kayak manga / anime? wkwkwkwkwk.............

kata orang, cinta pertama yang biasanya cuma bertepuk sebelah tangan itu adalah cinta yang bakal diingat seumur hidup. awalnya gak begitu percaya. tapi, melihat kenyataan bahwa saat ini pun (sepuluh tahun sejak masa2 itu) saya masih ingat dengan jelas detil perkara (halah) dan ceritanya, sepertinya memang benar begitu. dwelling in the past is not a wise thing to do. dakara, i'll let myself remeber it once again, before saying goodbye to such memories and moving forward to the next world.

dan ngomong2, beberapa waktu lalu saya pernah iseng search facebook. nemu satu user yang sepertinya memang dia, tapi nama usernya "XXXXluvXXXXX" *sengaja disensor* dan profpicnya seorang cewek yang pipinya lagi dicium seorang cowok.

lucunya lagi, sebagian besar hal penting yang berkaitan ama hidup saya terjadi pas di tanggal ulang tahunnya yang hingga saat ini masih saya ingat jelas, 21 Juli. jadi, kalau Ayumi Hamasaki punya lagu berjudul July 1st, saya punya tanggal istimewa 21 Juli (oposeeeh?).

yak. it's been 10 years, and i guess it's time to say goodbye to those memories. it will of course always be a part of my history, but I would not remember its bitterness and regret anymore. thanks to those memories, I've become someone who will always express my true feeling towards other, because i don't want to regret anything the way I did back then.
I have a very good person next to me now, and I love him. I'm moving forward, once more. Sayonara "H" :)

Monday, 27 June 2011

double lariat - ore no version *padahal gak ada hubungannya ama vocaloid*

Hari ini, dalam sebuah perbincangan keluar pertanyaan dari seorang temen yang terhitung cukup baru (aiko-chan). "Gimana ya caranya biar bisa pede?"
Dan Shu menjawab : "cari'o pacar sik" *dan kami ngakak*
"loh? beneran loh....buktinya ini (nunjuk saya) dulu ya kurang lebih sama kayak kamu pas baru ketemu aku...trus entah gimana akhirnya jadi ikut band, trus sampe sekarang jadi kayak gini"

Ahahahahaha.....
Honestly, it was soooo embarassing, hun >///

Tapiii.....kalo dipikir2 sih memang sepertinya saia hari ini adalah berkat bertemu dengan "dia" hari itu.
Dulu saia sangat kecil hati...merasa tidak menarik..dan berkali-kali suka sama seseorang dan akhirnya bertepuk sebelah tangan. Saking seringnya terjadi, saya jadi benar2 yakin bahwa saya nggak menarik, terutama secara fisik. Apa bagusnya sih saya? sudah gampang pingsan, sakit2an, ndak boleh lari, badannya kayak papan pula...rata depan-belakang.
Karena itu saia berusaha tampil kuat dalam setiap hal kecil, berusaha utk tidak meminta bantuan teman2, terutama karena pengalaman mengajarkan saya bahwa tidak ada "bantuan teman" yang tidak bermaksud meminta imbalan manfaat dari saya. Saya pasang jarak sama teman-teman, karena takut terluka lagi oleh reaksi yang tidak saya sangka akan datang dari seseorang yg berlabel "teman". I trust no one, and I try not to rely on anyone but myself.

Sabishikatta yo ne.....

The only thing that i have confidence in was my brain. Dan dengan berjalannya waktu saia pun belajar memaksimalkan hal tersebut untuk mendapat berbagai keuntungan dari orang2 sekitar saya (jadi di-anak emas-kan guru2, ditraktir temen yang ndadak minta diajarin menjelang ulangan, dan diperlakukan dengan baik karena kalo ndak mereka ndak bakalan saya kasi contekan pas ujian). Tapi tetep aja, saya merasa kesepian. Hanya ada sedikit orang yang bisa saya panggil "teman", dan gak ada yg namanya "pacar" utk sekedar sharing pikiran dan masalah yang saya hadapi.

And indeed, saya yang seperti itu sekarang berubah berkat Shu :) Puji Tuhan, banyak hal yang saya rasa menjadi makin baik sejak saya bersama Shu. Salah satunya ya percaya diri itu tadi.
Bisa bertemu dengan banyak teman, baik dari despro, para senior, junior, maupun teman2 di kojtsu pun berkat Shu. Belajar berani menghadapi orang yang baru saya kenal pun berkat Shu. Belajar melihat sesuatu dari berbagai sisi yang berbeda juga berkat Shu, dan belajar menyadari bahwa setiap manusia itu berharga, termasuk saya. I've learnt so much from him.

Puji Tuhan ternyata setelah belasan kali mengalami patah hati saya bertemu dengan seseorang yang begitu keren :D. Orang ini bisa menjadi partner diskusi dagelan hingga yang serius dan berat, orang ini bisa berperan sebagai kakak yang baik untuk saya yang "brother complex", bisa menjadi guru saya dalam memahami banyak hal di sekitar saya yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya, dan mau memahami dan menerima saya apa adanya.
 It means a lot, and it help me to have more faith in being myself.

Aslinya sih.....saya sendiri masih sering merasa nggak pede kok. Tiap mo ke suatu acara juga masi sering bingung mo pake baju apa karena gak pede ama bentuk badan. Tiap mo manggung juga masi sering senewen karena gak pede dan takut salah, dan tiap ketemu orang baru juga masi sering paranoid bakal dianggep geje dan takut bikin kesan buruk ama orang tersebut.
Tapi mungkin emang bener ya sarannya Shu ke aiko-chan :D Having someone who will accept me for all the imperfection, mistakes and clumsiness like him makes me feel like I can do it.
Yaaah  walaupun bukan berarti kudu punya pacar dulu biar pede sih =__=a

Either way, I hope anyone who suffer the same feeling of having no confidence will someday find his/her source of confidence, which of course doesn't have to be a boyfriend/girlfriend. Having someone (outside your family) who trust you will increase your confidence. And maybe, I've been lucky enough to find it :)

Arigatou, hunny :*
itsu no hi ka, mawari tsukareta toki wa, soba ni ite kudasai